Etika dalam Keluarga

Etika keluarga adalah sikap atau perilaku yang baik dalam hubungan keluarga baik antara suami dengan istri maupun anak dengan orang tua atau sebaliknya.
 
Etika suami Istri
Hak-hak ini, sebagian sama di antara suami-istri dan sebagiannya tidak sama. Hak-hak yang sama di antara suarni-istri adalah sebagian berikut:
  1. Masing-masing suami-istri harus bersikap amanah terhadap pasangannya, dan tidak mengkhianatinya sedikit atau banyak, karena suami istri adalah laksana dua mitra di mana pada keduanya harus ada sifat amanah, saling menasihati, jujur, dan ikhlas dalam semua urusan pribadi keduanya, dan urusan umum keduanya.
  2. Masing-masing suami-istri harus memberikan cinta kasih yang tulus kepada pasangannya sepanjang hidupnya 
  3. Masing-masing suami-istri harus mempercayai pasangannya, dan tidak boleh meragukan kejujurannya, nasihatnya, dan keikhlasannya.
Adapun hak-hak khusus, dan etika-etika yang harus dikerjakan masing-masing suami-istri terhadap pasangannya adalah sebagai berikut:
 
Hak-hak Istri atas Suami
Terhadap istrinya, seorang suami harus menjalankan etika-etika berikut ini:
  1. Memperlakukannya dengan baik. Artinya Ia memberi istrinya makan jika ia makan, memberinya pakaian jika ia berpakaian, dan mendidiknya jika ia khawatir istrinya membangkang dengan menasihatinya tanpa mencaci-maki atau menjelek-jelekkannya.
  2. Memberikan perlindungan yang memadai kepadanya dengan tidak mengizinkannya merusak akhlak atau agamanya, dan tidak membuka kesempatan baginya untuk menjadi wanita fasik terhadap perintah Tuhan. 
  3. Tidak membuka rahasia istrinya dan, sebab ia orang yang diberi kepercayaan terhadapnya, dituntut menjaga, dan melindunginya.
Hak-hak Suami atas Istri
Terhadap suaminya, seorang istri harus menjalankan etika-etika berikut ini:
  1. Menjaga kehormatan suaminya, kemuliaanya, hartanya, anak-anaknya, dan urusan rumah tangga lainnya.
Etika Anak Terhadap orang Tua  
Seorang anak harus menghormati orang tua, berbakti kepada orang tua dan taat pada orang tua. Karna orang tua kita telah melahirkan, membesarkan kita dari kecil hngga dewasa yang penuh kasih sayang. Bahkan orang tua kita sudah memberikan segala-galanya tanpa pamrih kepada ank-anaknya tanpa mengharapkan imbalan dari anaknya. Orang tua menyayangi anaknya melebihi dirinya.

Kewajiban seorang anak hanya membalasnya dengan tingkah dan sikap anak yang baik terhadap orang tua, membahagiakan atau membanggakan orang tua melalui prestasi dan keberhasilan anak. Orang tua bukan berarti hanya kedua orang tua yang melahirkan kita. Tetapi orang tua yang dimaksud disini adalah orang yang lebih tua dari kita haruslah bersikap baik dengannya. Selain kewajiban anak terhadap orang tua, anak juga mempunyai hak terhadap orang tua, yaitu: mendapatkan kasih sayang, perhatian, bimbingan dan kehidupan yang layak. 
Contohnya:
  1. Pamitan dan mencium tangan orang tua sebelum pergi ke luar rumah.
  2. Meminta maaf pada orang tua bila melakukan kesalahan. 
  3. Membantu ibu dalam melakukan pekerjaan rumah. 
  4. Bertutur kata dengan lembut dan sopan pada orang tua. 
  5. Tidak membantah perintah orang tua. 
  6. Tidak menyebutkan nama pada saat memanggil ayah, ibu dan kakak. 
  7. Tidak pulang larut malam dan tepat waktu. 
  8. Saling menghormati dan menghargai.
  9. Tidak berbohong pada orang tua. 
  10. Mendengarkan nasehat orang tua.
  11. Tidak berbicara pada saat makan bersama. 
  12. Tidak membuang angin pada saat makan bersama.
  13. Tidak mengeluarkan suara (menyiplak) saat mengunyah makanan.
 Sumber:
  • http://www.bisosial.com/2012/11/etika-keluarga.html
  • http://rizkasm.blogspot.com/2013/03/etika-etika-yang-berlaku-di-indonesia_12.html

Comments

Popular Posts